Iklan Radar Banjarmasin

Iklan Radar Banjarmasin

Thursday, October 29, 2015

Tidak Semua Italiano Dukung Rossi

JAWA POS – Valencia akan menjadi medan perang antara kubu konspirasi Spanyol melawan Italia. Siapa yang akan mendukung Valentino Rossi dan siapa yang akan membantu Jorge Lorenzo? Nah, menarik untuk mengetahui pendapat para pembalap di grid tentang insiden perseteruan antara Rossi dan Marc Marquez.
Dimulai dari duo pembalap Ducati asal Italia Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone. Disengaja atau tidak, sebagai sesama Italiano, keduanya berada di kubu Rossi. Dovi menyebut Marquez tidak hanya menarget podium dalam balapan di Sepang, tetapi juga bermaksud mengganggu Rossi. Dovi yakin Marquez memprovokasi Rossi. Sayang, The Doctor masuk dalam perangkap Marquez. “Reaksi Valentino melampaui batas. Itu yang tidak ingin kita lihat di Sepang,” tuturnya kepada Autosport.
Dovi menganggap Rossi sangat berkontribusi pada meningkatnya tensi perseteruan tersebut dengan komentarnya pada jumpa pers Kamis (22/10). Saat itu, dia menyebut Marquez mendukung Lorenzo menjadi juara dunia saat balapan di Australia. “Sejak saat itu, kita lihat persahabatan keduanya berakhir,” terangnya. “Marc memang bermain-main dengan Valentino. Tetapi, dia tetap dalam koridor aturan,” papar Dovi.
Iannone angkat bicara. Menurut dia, Marquez sengaja memperlambat ritme membalapnya hingga satu detik. Fakta tersebut sangat mudah diketahui dari pantauan data. “Kau tidak mungkin lebih lambat satu detik jika dibandingkan dengan kecepatanmu dalam sesi warm up (pemanasan),” ungkap Iannone.
Dua pembalap Tech 3 Yamaha, Bradley Smith dan Pol Espargaro, juga menganggap Marquez sengaja memprovokasi Rossi. Meski begitu, aksi tidak sportif juara dunia sembilan kali tersebut tetap tidak bisa diterima. Sementara Espargaro bisa memahami rasa frustrasi Rossi dalam menghadapi gangguan Marquez. Namun, melepaskan kaki dari footpeg dengan sengaja dan membuat rider lain terjatuh tidak bisa diterima. Dia berharap race direction mengevaluasi insiden tersebut. “Valencia akan menjadi balapan menarik,” katanya.
Pembalap Pramac Ducati Danilo Petruci memilih menjauh dari konflik dan kontroversi tersebut. Mengibaratkannya dengan pertandingan sepak bola, pembalap Italia tersebut menyatakan jika pelanggaran terjadi, yang berhak menilai adalah wasit dan hakim garis.
Bos Yamaha Racing Lin Jarvis mendesak race direction memeriksa Marquez. “Meski tidak ada satu pun manuver dari Marquez yang melanggar aturan, kau harus melihatnya dari gambaran yang lebih luas,” ujar Jarvis. “Harus ditanyakan apa motifnya membalap seperti itu dan kenapa dia begitu bersikeras mengganggu Valentino,” imbuhnya.(cak/c5/na)

No comments:

Post a Comment