JAWA POS – Skuat
Honda DBL All-Star 2015 menjalani laga uji coba pertama Senin tadi. Baik tim
putra maupun putri akan berhadapan dengan tim UK Petra Surabaya. Pertandingan
bakal dilaksanakan di Vita School.
Head coach tim
DBL All-Star putri, Syafiq Ali Barawas, mengungkapkan bahwa uji coba pertama
bakal dimanfaatkan timnya untuk memupuk kekompakan maupun visi bermain. Latar
belakang pemain yang datang dari berbagai daerah dengan karakter permainan yang
berbeda-beda disebutnya menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih. Terutama
untuk meramunya menjadi satu tim yang kompak.
Meski begitu,
Syafiq bersama asisten pelatih Muhammad Hendra masih yakin skuatnya cepat menemukan
chemistry. Apalagi, mereka datang dengan predikat sebagai pemain-pemain terbaik
dari daerah masing-masing. “Skill-nya sudah baik. Tinggal kekompakan,” ucap
Syafiq saat ditemui di sela-sela latihan di Vita School.
Tim DBL All-Star
memang dituntut cepat beradaptasi. Sebab, tim ini sedang berkejaran dengan waktu.
Pada 3 November, tim putra sudah harus menjalani laga International Challenge.
Yakni, menghadapi Geraldton, Australia. Sementara itu, tim putri bertanding
keesokan harinya menghadapi Gold Coast Junior All-Star, Australia. Pada 9
November, mereka sudah terbang, belajar, dan bertanding ke Amerika.
Syafiq mengungkapkan
bahwa pada laga hari ini bakal fokus memantapkan sistem transisi defense ke
offense dan memperkuat defense itu sendiri. Menurut dia, setelah melewati dua
hari latihan, skuat DBL All-Star masih sering terbawa dengan gaya bermain
mereka di daerah masing-masing. “Dengan game uji coba seperti besok (hari ini,
Red), kebersamaan tim biasanya lebih cepat terbentuk. Kesatuan visi saat
offense maupun defense juga bakal lebih cepat ketemu,” jelas pelatih asal SMAN
6 Jakarta itu. Dalam latihan sore di Vita School kemarin, tim putri tampak
banyak menghabiskan waktu dengan materi latihan fast break dan man-to-man
defense.
Hal sama dilakukan tim DBL All-Star putra. Uji coba pertama melawan
Petra hari ini bakal dimanfaatkan betul oleh Abram Nathan dkk untuk fokus membenahi
defense. Dalam latihan sore kemarin, tim putra bersama dua pelatih mereka,
Agung Chrisyantho dan Yullius Dobby Putrandana, lebih banyak menghabiskan waktu
untuk memperagakan sistem defense full court press. “Sisi itu yang masih kurang
di tim ini,” ucap Dobby.(irr/c17/nur)

No comments:
Post a Comment