JAWA POS - Di
Indonesia, footgolf memang belum familier. Tetapi, tidak demikian halnya dengan
Eropa. Olahraga perpaduan sepak bola dan golf ini semakin digemari. Bahkan, ada
kejuaraan khusus level Eropa. Sebenarnya apa sih footgolf itu?
Liburan musim
panas lalu Ander Hererra dan Juan Mata datang ke sebuah lapangan golf di
Manchester. Tidak membawa stik golf, tetapi hanya bola sepak. Bersama dua
rekannya yang lain sesama pemain Manchester United saat itu, Chris Smalling dan
Jonny Evans, keempatnya menendang-nendang bola di lapangan golf.
Anehnya, mereka
tidak diusir petugas keamanan karena bermain bola di lapangan golf. Bukan
lantaran mereka pemain United, tetapi karena keempat pemain yang masih aktif
itu memainkan permainan berbau golf, footgolf. Sesuai dengan namanya, footgolf
adalah permainan golf dengan menggunakan kaki, bukan dengan stik golf.
Kehadiran empat pemain itu termasuk dalam atraksi pembukaan turnamen footgolf
Forex Footgolf Challenge Herrera dan Mata dipercaya mempromosikan olahraga yang
mulai ngetop pada 2006 silam itu.
Kebetulan,
Spanyol sebagai asal dua pemain United itu menjadi salah satu daerah persebaran
olahraga footgolf. “Selama latihan, saya sudah menendang ratusan bola. Tetapi,
ini tidak mudah. Butuh banyak keterampilan dan kualitas mumpuni untuk
memasukkan bola ke dalam lubang (hole, Red). Lihat saja bagaimana Ander
(Herrera) sudah gagal di hole pertama,” ujar Mata sebagaimana dikutip dari
Manchester Evening News.
Meski sudah
sering menendang bola ke sasaran, kesulitan yang diungkapkan Mata wajar
terjadi. Tidak seperti di sepak bola yang ada dribbling-nya, di footgolf pemain
hanya bisa menendang bola di tempat di mana bola mendarat setelah tee off.
Pemain tidak diperbolehkan memindahkan bola. Selain itu, menendang bola ke
dalam lubang hanya dibolehkan
satu sentuhan
saja.
Pemain baru bisa
memindahkan bola apabila bolanya mendarat di air. Syaratnya, bola hanya bisa
dipindahkan ke dataran yang posisinya dua langkah dari titik jatuh terdekat di
air. Perbedaan lainnya dengan sepak bola, di footgolf tidak mengenakan sepatu
sepak bola yang memiliki pul di bawahnya. Tidak juga dengan sepatu golf. Cukup
dengan sepatu training.
Yang menyamakan
dengan golf adalah pakaian yang dikenakan dan penggunaan score card. Selain di
Eropa, di Amerika Serikat mulai ramai. Dalam sebuah segmen acara Golf Channel’s
Morning Drive, Presiden PGA America Ted Bishop meyakini minat penggila sepak
bola untuk menekuni olahraga ini semakin bertambah. Itu akan berbanding lurus
dengan semakin tingginya popularitas olaharaga si kulit bundar di Negeri Paman
Sam tersebut. “Saya rasa hal yang paling menyenangkan adalah olahraga ini bisa
memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengajak penggila bola ke lapangan golf.
Akan sangat menggelikan jika ada orang yang tiba-tiba berpikir, hei saya rasa
saya ingin mencoba bermain golf,” tutur Bishop.
Di antara sekian
banyak penggemar sepak bola atau football America yang kepincut footgolf adalah
Julian Nash. Sebelum pensiun dari sepak bola Amerika pada usia 24 tahun karena
cedera, dia dikenal sebagai forward di klub Santa Clara Sporting Men’s Team.
Sekarang dia menjadi atlet footgolf. Dalam pengakuannya, tantangan footgolf
lebih sulit ketimbang sepak bola atau soccer pada umumnya. “Kalau di sepak
bola, akan ada banyak momen yang bisa kami manfaatkan. Tetapi, di footgolf
tidak. Golf lebih menguji mental. Akan banyak pemikiran sebelum mengambil
langkah. Saya perlu berlatih setiap hari,” ucapnya.
Sementara itu,
dari kejuaraan footgolf Eropa, keluar sebagai juara adalah kontestan asal
Italia Marco Schiavone. Dia mengalahkan mantan pemain sepak bola dari Belanda
Marcel Peeper. Mereka berlomba di Palomarejos Golf Club di luar Kota Madrid,
Spanyol.(ren/c17/ham)

No comments:
Post a Comment