Iklan Radar Banjarmasin

Iklan Radar Banjarmasin

Friday, October 30, 2015

Footgolf, Kombinasi Sepak Bola-Golf yang Lagi Tren di Eropa

JAWA POS - Di Indonesia, footgolf memang belum familier. Tetapi, tidak demikian halnya dengan Eropa. Olahraga perpaduan sepak bola dan golf ini semakin digemari. Bahkan, ada kejuaraan khusus level Eropa. Sebenarnya apa sih footgolf itu?
Liburan musim panas lalu Ander Hererra dan Juan Mata datang ke sebuah lapangan golf di Manchester. Tidak membawa stik golf, tetapi hanya bola sepak. Bersama dua rekannya yang lain sesama pemain Manchester United saat itu, Chris Smalling dan Jonny Evans, keempatnya menendang-nendang bola di lapangan golf.
Anehnya, mereka tidak diusir petugas keamanan karena bermain bola di lapangan golf. Bukan lantaran mereka pemain United, tetapi karena keempat pemain yang masih aktif itu memainkan permainan berbau golf, footgolf. Sesuai dengan namanya, footgolf adalah permainan golf dengan menggunakan kaki, bukan dengan stik golf. Kehadiran empat pemain itu termasuk dalam atraksi pembukaan turnamen footgolf Forex Footgolf Challenge Herrera dan Mata dipercaya mempromosikan olahraga yang mulai ngetop pada 2006 silam itu.
Kebetulan, Spanyol sebagai asal dua pemain United itu menjadi salah satu daerah persebaran olahraga footgolf. “Selama latihan, saya sudah menendang ratusan bola. Tetapi, ini tidak mudah. Butuh banyak keterampilan dan kualitas mumpuni untuk memasukkan bola ke dalam lubang (hole, Red). Lihat saja bagaimana Ander (Herrera) sudah gagal di hole pertama,” ujar Mata sebagaimana dikutip dari Manchester Evening News.
Meski sudah sering menendang bola ke sasaran, kesulitan yang diungkapkan Mata wajar terjadi. Tidak seperti di sepak bola yang ada dribbling-nya, di footgolf pemain hanya bisa menendang bola di tempat di mana bola mendarat setelah tee off. Pemain tidak diperbolehkan memindahkan bola. Selain itu, menendang bola ke dalam lubang hanya dibolehkan
satu sentuhan saja.
Pemain baru bisa memindahkan bola apabila bolanya mendarat di air. Syaratnya, bola hanya bisa dipindahkan ke dataran yang posisinya dua langkah dari titik jatuh terdekat di air. Perbedaan lainnya dengan sepak bola, di footgolf tidak mengenakan sepatu sepak bola yang memiliki pul di bawahnya. Tidak juga dengan sepatu golf. Cukup dengan sepatu training.
Yang menyamakan dengan golf adalah pakaian yang dikenakan dan penggunaan score card. Selain di Eropa, di Amerika Serikat mulai ramai. Dalam sebuah segmen acara Golf Channel’s Morning Drive, Presiden PGA America Ted Bishop meyakini minat penggila sepak bola untuk menekuni olahraga ini semakin bertambah. Itu akan berbanding lurus dengan semakin tingginya popularitas olaharaga si kulit bundar di Negeri Paman Sam tersebut. “Saya rasa hal yang paling menyenangkan adalah olahraga ini bisa memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengajak penggila bola ke lapangan golf. Akan sangat menggelikan jika ada orang yang tiba-tiba berpikir, hei saya rasa saya ingin mencoba bermain golf,” tutur Bishop.
Di antara sekian banyak penggemar sepak bola atau football America yang kepincut footgolf adalah Julian Nash. Sebelum pensiun dari sepak bola Amerika pada usia 24 tahun karena cedera, dia dikenal sebagai forward di klub Santa Clara Sporting Men’s Team. Sekarang dia menjadi atlet footgolf. Dalam pengakuannya, tantangan footgolf lebih sulit ketimbang sepak bola atau soccer pada umumnya. “Kalau di sepak bola, akan ada banyak momen yang bisa kami manfaatkan. Tetapi, di footgolf tidak. Golf lebih menguji mental. Akan banyak pemikiran sebelum mengambil langkah. Saya perlu berlatih setiap hari,” ucapnya.
Sementara itu, dari kejuaraan footgolf Eropa, keluar sebagai juara adalah kontestan asal Italia Marco Schiavone. Dia mengalahkan mantan pemain sepak bola dari Belanda Marcel Peeper. Mereka berlomba di Palomarejos Golf Club di luar Kota Madrid, Spanyol.(ren/c17/ham)

No comments:

Post a Comment